Penyakit Fimosis, Bagian Kulup Penis yang Nggak Bisa Mengerut ke Belakang

penyakit fimosis

Penyakit fimosis, bagian kulup penis yang nggak bisa mengerut ke belakang–  Selain balanitis dan varikokel, fimosis menjadi penyakit kelamin pada pria yang umum dialami oleh orang-orang yang belum melakukan sunat (khitan). Oleh karena itu, sangat penting melakukan sunat demi kesehatan alat reproduksi pria dan nggak menimbulkan berbagai penyakit seperti ini.

Penyakit fimosis menjadikan kulup pada penis nggak bisa mengekerut kebelakang saat proses ereksi. Dilansir dari hellosehat, fungsi dari kulup sendiri adalah melindungi sepertiga penis terhadap gesekan dari luar, sehingga nggak menimbulkan infeksi dan iritasi.

Namun, pada penderita fimosis, bagian kulup penis seperti “diikat” sehingga sukar untuk ditarik kebelakang. Akibatnya, gejala yang sering timbul adalah rasa nyeri ketika berhubungan seksual hingga adanya benjolan seperti balon yang posisinya persis di bawah kulup penis.

Sebenarnya, penyakit fimosis lebih sering dialami oleh bayi dan balita, lho. Namun, karena masih banyak pria yang belum melakukan sunat, maka nggak heran jika fimosis menyerang orang dewasa. Dilansir dari halodoc, kasus penyakit fimosis yang sudah berada di taraf gawat adalah ketika pria nggak bisa mengeluarkan urin karena tertahan oleh kulup penis.

Selain belum disunat, penyebab seseorang mengalami fimosis adalah terdapat smegma yang mengalami penumpukan di bagian kulup. Secara umum, smegma merupakan jaringan kulit penis yang berwarna putih dan mampu menjadikan kulup “merekat kuat” pada kepala penis, sehingga timbulah penyakit fimosis.

Penanganan penyakit fimosis sebenarnya adalah menjaga kebersihan penis secara berkala. Menggunakan air hangat dan membasuhnya secara perlahan akan menjadikan otot pada penis jauh lebih rileks tanpa menimbulkan infeksi saat digerakan, terlebih lagi saat mengalami ereksi.

Namun, kalau kondisi penis akibat fimosis nggak kunjung membaik, biasanya saat diperiksa oleh dokter, penggunaan salep steroid membantu kulup penis kondisinya lebih lemas dan mudah untuk ditarik ke bagian belakang. Pengaplikasian salep biasanya dilakukan dua kali sehari selama rentang waktu antara enam hingga delapan minggu. Meskipun membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama, akan tetapi kondisi kulup penis lama kelaman akan semakin membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

seven − 5 =

Memelihara Stamina Pria
Distributor Resmi PT. REDMITRA PRIMA PERKASA

PEMBAYARAN YANG DITERIMA

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL

Name - City
Membeli Product Time