Nggak Hanya Wanita, Pria pun Bisa Mengalami Pelecehan Seksual, Lho!

pelecehan seksual pada pria

Nggak hanya wanita, pria pun bisa mengalami pelecehan seksual, lho!– Kalau misalnya melihat pemberitaan di internet atau sekedar mengobrol dengan orang-orang terdekat, membahas tentang pelecehan seksual tentunya sangat identik dengan kaum hawa. Kamu setuju nggak, nih?

Kasus yang paling sering terjadi adalah ketika para perempuan menjadi korban pemerkosaan atau pelecehan secara verbal karena mengenakan pakaian yang dianggap “mengundang hawa nafsu pria”. Padahal, sebenarnya, apapun pakaian yang digunakan, hal tersebut kembali lagi ke pribadi masing-masing, apakah memang ada niatan untuk melakukan pelecehan atau nggak.

Namun, perlu digarisbawahi, meskipun fenomena di lingkungan sosial kita, dominasi para pelaku pelecehan seksual adalah kaum adam, akan tetapi nggak menutup kemungkinan jika pria dapat mengalami hal yang serupa, lho!

Bahkan, yang lebih parahnya, pelecehan seksual terhadap pria justru dinormalisasikan dan nggak dianggap sebagai sebuah tindakan nggak senonoh karena hanya mereka adalah kaum yang dianggap mempunyai maskulinitas dan berani menghadapi hal apapun.

Dilansir dari ksm ui, persentase pria mengalami pelecehan seksual di ruang publik mencapai 11 persen, sedangkan wanita mencapai 64 persen. Dalam laman ksm ui ini, penulis menceritakan segelintir kasus pelecehan seksual yang dialami oleh para pria saat melakukan aktivitas di ranah publik.

Misalnya seperti seorang pekerja yang memutuskan untuk buang air kecil (BAK) di kamar mandi stasiun, lalu bertemu dengan seorang pria yang mempunyai orientasi seksual menyimpang dan berusaha untuk menyentuh penis si pekerja. Ditambah lagi dengan kasus para driver ojek online yang mendapatkan pelanggan saat mengantarkan pesanan makanan dan digoda untuk berhubungan seksual dengan si wanita.

Kalau misalnya hal tersebut terjadi secara nyata di real life, pelecehan seksual pada pria juga bisa terjadi di dunia maya. Terlebih lagi dengan banyaknya platform media sosial seperti Instagram, Twitter, hingga Facebook yang memungkinkan semua orang berinteraksi dan saling memberikan komentar pada unggahan konten seseorang.

Sebagai contoh, kamu melihat sebuah akun yang dimiliki oleh pria berparas tampan dan bertubuh atletis. Coba kamu lihat ragam komentar yang ditulis oleh mayoritas kaum perempuan, seperti “Aduh, rahim aku hangat nih liat foto abang!” “Badannya bagus banget, jadi mau elus-elus perut six pack nya setiap hari” hingga “Mau dong dibuahi sama abang ganteng!”.

Sekilas, banyak orang yang menormalisasikan bentuk komentar seperti yang sudah dicontohkan di atas. Namun, faktanya, hal tersebut sudah termasuk pelecehan seksual, lho! Coba aja kalau contoh kasus di atas dialami oleh wanita, tentunya banyak orang yang setuju jika hal tersebut adalah tindakan pelecehan, bukan?

Baik pria maupun wanita, sebenarnya nggak ada yang pantas untuk mendapatkan pelecehan seksual. Terlebih lagi jika banyak pihak yang menyalahkan korban atas terjadinya peristiwa seperti ini. Namun, pembahasan kali ini lebih menekankan bahwa stigma pria yang dicap “kuat” “berani” dan “maskulin” juga mampu merasakan trauma saat mengalami pelecehan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

three × two =

Memelihara Stamina Pria
Distributor Resmi PT. REDMITRA PRIMA PERKASA

PEMBAYARAN YANG DITERIMA

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL

Name - City
Membeli Product Time