Mempunyai Karakteristik Tubuh Seperti Wanita, Inilah Sindrom Klinefelter

sindrom klinefelter

Mempunyai karakteristik tubuh seperti wanita, inilah sindrom klinefelter– Dalam kehidupan sosial, kita mengenal dua jenis kelamin, yakni pria dan wanita. Secara umum, karakteristik antara pria dan wanita jelas mempunyai perbedaan yang siginifikan. Misalnya saja seperti sifat, anatomi tubuh hingga pola pikirnya.

Namun, ada sebuah kelainan yang dapat dialami oleh seorang pria, yakni sindrom klinefelter. Mungkin kamu atau sebagian orang masih belum mengenal istilah ini, akan tetapi, sindrom klinefelter mempengaruhi pertumbuhan tubuh pada seorang pria, lho.

Dikutip dari alodokter, sindrom klifelter merupakan kelainan yang dialami oleh pria saat di dalam kandungan karena mempunyai kromosom X yang berlebihan. Meskipun belum diketahui secara pasti mengapa seseorang mengalami sindrom klifelter, akan tetapi faktor yang mempengaruhinya adalah wanita yang hamil saat memasuki masa tua hingga keturunan.

Meskipun sindrom klifelter lebih banyak diketahui saat pria memasuki masa dewasa, akan tetapi, sebenarnya, kamu bisa mengetahuinya mulai dari bayi tersebut lahir hingga dewasa.

Karakteristik yang dapat dilihat saat bayi baru lahir adalah mengalami hipospadia (yakni uretra nggak terletak di ujung penis, melainkan di bawah penis) dan sistem motorik tubuh menjadi melemah. Saat memasuki masa kanak-kanak hingga remaja, orang tersebut akan mengalami ginekomastia (pembesaran pada bagian payudara), ukuran buah zakar lebih kecil, dan postur tubuhnya lebih tinggi dibandingkan teman-teman sebayanya.

Nah, saat memasuki usia dewasa, alat kelamin pria yang mengalami sindrom klifelter ini akan memproduksi sedikit sekali jumlah sperma, hasrat seksual yang cenderung rendah, rentan terkena ostoreoporosis di usia dini, dan massa ototnya nggak seperti pria pada umumnya.

Sebenarnya, sindrom klifelter ini nggak hanya mempengaruhi karakteristik tubuh si pria yang hampir menyerupai wanita. Lebih dari itu, risiko penyakit seperti diabetes, gangguan kecemasan, kanker payudara, hingga jantung pun dapat dialami.

Jika kamu atau kerabat mempunyai beberapa gejala sindrom klifelter seperti yang telah kita bahas di atas, sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Biasanya, pengobatan yang cocok untuk sindrom klifelter adalah terapi fisik untuk melatih kekuatan otot, tindakan operasi bedah untuk mengangkat jaringan payudara yang berlebih, dan melakukan terapi hormon supaya kadar testosteron bertambah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

3 × 1 =

Memelihara Stamina Pria
Distributor Resmi PT. REDMITRA PRIMA PERKASA

PEMBAYARAN YANG DITERIMA

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL

Name - City
Membeli Product Time