Obesitas Dapat Menyebabkan Disfungsi Seksual

Obesitas Dapat Menyebabkan Disfungsi Seksual – Faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami disfungsi seksual adalah hipertensi, diabetes, dan obesitas. Jika mengalami obesitas sangat beresiko menderita disfungsi ereksi atau impotensi. Obesitas bisa berisiko menimbulkan kolesterol tinggi, hipertesi, diabetes yang mencegah aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis sehingga menyebabkan masalah ereksi.

Obesitas dapat menyebabkan disfungsi ereksi Karena produksi hormon testosterone dalam tubuhnya menurun. Testosterone adalah hormon seks utama dalam tubuh pria yang memegang peranan penting dalam fungsi libido serta seksual. Mr. P membutuhkan suplai aliran darah yang cukup untuk bisa ereksi. Saat sudah cukup, pembuluh aliran darah itu perlu ditutup sementara untuk mempertahankan ereksinya. Jika seorang pria menderita hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, aliran darah ke Mr. P tidak tersuplai dengan baik. Keadaan ini membuat Mr. P tidak bisa ereksi.

Jadi, jagalah kesehatan tubuh karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan seks kamu. Cara mencegah disfungsi ereksi walaupun usia bertambah dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan memelihara komunikasi yang baik dengan pasangan.Meski bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi, namun gaya hidup tidak sehat memang menempati urutan teratas pada penyebab disfungsi ereksi. Perilaku pola hidup tidak sehat adalah meminum alkohol, merokok, kurang olahraga, penggunaan obat-obatan terlarang, makan makanan yang tidak sehat, dan lain sebagainya.

Ada tiga penyebab disfungsi ereksi seperti psikogenik, organik, dan campuran antara psikogenik dan organik, gaya hidup tidak sehat termasuk di dalamnya dan persentasenya cukup besar terjadi pada pria modern yang tinggal di perkotaan. Penyebab psikogenik karena kecemasan dan depresi. Kecemasan mengganggu pembentukan dan pengolahan stimulus seksual, serta hubungan antara disfungsi ereksi serta depresi. Sementara, secara organik atau alamiah disebabkan oleh bertambahnya usia, penyakit kardiovaskular, kebiasaan merokok, diabetes, gangguan saraf, dan penggunaan obat-obatan.

Makanan yang dikonsumsi juga punya turut menimbulkan disfungsi ereksi yang dipicu oleh kelebihan berat badan (obesitas) serta kolesterol tinggi. Salah satu cara mengurangi risiko disfungsi ereksi ialah dengan menerapkan diet sehat, olahraga secara teratur, dan minum obat yang tepat. Dengan menurunkan berat badan, Anda bisa mengalahkan kondisi tersebut.

Dan juga ada banyak akibat dari obesitas terhadap kehidupan seksual yang sudah kami kutip dari liputan 6 sebagai berikut:

  1. Ketidakseimbangan Hormon Dapat Menyebabkan Libido Menjadi Rendah

Obesitas secara langsung terkait dengan ketidakseimbangan hormon dan kadar testosteron yang lebih rendah. Ini menghambat hasrat seksual, baik pada wanita maupun pria. Masalah lainnya, lemak tubuh menyebabkan semakin banyaknya hormon seks pengikat globulin (SHBG) dalam sistem. SHBG merupakan bahan kimia alami yang mengikat testosteron, yang berarti hormon seks yang mengendalikan kehidupan seksual menjadi kurang.

  1. Obesitas Bisa Menghambat Seks

Orang yang berat, terutama di daerah perut cenderung memiliki sejumlah penyakit yang memengaruhi kehidupan seksualnya. Ini bisa disebabkan oleh alasan fisiologis atau psikologis atau karena obat yang diminum untuk penyakit ini. Diabetes, penyakit jantung, kanker, hipertensi, depresi, demensia dan penyakit lainnya semua memengaruhi fungsi seksual Anda.

  1. Sindrom Penis

Lipatan lemak di perut dan kulit pada pria obesitas membuat penis terlihat lebih kecil dan tak kelihatan. Ini disebut ‘sindrom penis kecil’ dan bisa menghambat kehidupan seks. Mikropenis merupakan kondisi ketika penis sedang ereksi ukurannya kurang dari 3 inci. Sebagian besar, kelainan ini bawaan dari masa kecil dan bisa memengaruhi 0,6 persen penduduk pria.

  1. Pilihan Posisi Seks yang Sedikit

Kegemukan bisa membuat hubungan seks dengan beberapa posisi menjadi sulit. Posisi misionaris yang paling populer sulit dilakukan jika pasangan pria keberatan. Jika pasangan dua-duanya obesitas, maka daerah tengah perut bisa mencegah penetrasi yang tepat. Begitu pula gaya sendok juga sulit dilakukan orang yang gemuk. Namun, orang gemuk tak perlu khawatir, ada banyak posisi yang bisa dicoba dengan pasangan.

  1. Kurang Percaya Diri dan Depresi

Orang gemuk kerap diolok-olok dan dicap sebagai pemalas, bodoh, atau lambat. Inilah yang membuat orang gemuk menjadi kurang percaya diri. Berbagai penelitian juga menunjukkan orang gemuk jauh lebih mungkin menderita depresi dan masalah kesehatan mental lainnya yang mengurangi libido dan menyebabkan disfungsi ereksi.

  1. Kurang Stamina

Obesitas dikaitkan dengan gaya hidup yang malas. Ini bisa berpengaruh terhadap kehidupan seks. Pada pria, bisa mengurangi lamanya ereksi karena stamina berkurang. Dengan menurunkan berat badan, kehidupan seks bisa meningkat. Ini menguntungkan dan tentu saja kesehatan secara keseluruhan juga terpengaruhi.

Banyak sekali kan akibat dari obesitas bagi kehidupan seksual, maka dari itu sangat disarankan sejak dini untuk menjaga pola hidup sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

two − one =

Memelihara Stamina Pria
Distributor Resmi PT. REDMITRA PRIMA PERKASA

PEMBAYARAN YANG DITERIMA

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL