Infeksi Oportunistik dan HIV

Infeksi Oportunistik dan HIV – Penyakit HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang mana menyebabkan penderitanya mudah terserang komplikasi penyakit. Ini tentu mengganggu segala aktivitas baik aktivitas fisik, psikologis, maupun seksual penderita. Berdasarkan penelitian, 90% penderita HIV mengalami kematian akibat dari infeksi oportunistik yang disebabkan oleh penurunan daya imunitas tubuh.

Infeksi oportunistik dan HIV tidak dapat dipisahkan. Kondisi infeksi ini terjadi pada orang dengan tingkat imunitas rendah dimana jumlah sel T (sel pertahanan tubuh) mengalami penurunan akibat virus HIV. Kondisi ini menyebabkan sel patogen (sel pembawa penyakit) menjadi lebih mudah menyerang tubuh penderita HIV.

Meskipun demikian, infeksi oportunistik tersebut bisa dicegah perkembangannya supaya ODHA (penderita HIV) tidak mengalami komplikasi yang berbahaya.

Jenis infeksi oportunistik

  • Tuberculosis (TBC)

Infeksi yang paling sering menyerang penderita HIV yang pertama adalah TBC. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk kronis, demam, berkeringat pada malam hari, kelelahan yang mengantarkan penderitanya pada penurunan berat badan. TBC ini akan sangat serius pada ODHA dan lebih lanjut dapat mempengaruhi organ-organ penting dalam tubuh lainnya seperti otak, ginjal, dan sebagainya.

  • Pneumonia

Selanjutnya adalah infeksi paru-paru dengan patogen penyebab beragam, dapat berupa bakteri seperti Pneumococcus, Streptococcus pneumoniae; jamur Coccidioidomycosis, Histoplasmosis, Pneumocystis jirovecii; virus seperti Herpes simplex.

Gejala-gejala yang perlu diperhatikan dari infeksi paru ini diantaranya adalah sesak nafas, batuk, demam. Infeksi ini lebih lanjut akan menyerang bagian-bagian tubuh yang lainnya seperti otak. Penggunaan vaksin secara tepat dapat mengurangi penyebaran infeksi. Infeksi paru ini menjadi penyebab kematian terbesar pada penderita HIV.

  • Candidiasis

Penyebab infeksi ini adalah jamur Candida. Infeksi ini memiliki gejala yang akan sangat mengganggu penderitanya seperti keluarnya lendir pada tubuh, yaitu area sekitar mulut dan alat kelamin, adanya bercak putih pada lidah dan tenggorokan, gangguan pada kerongkongan dan saluran pernapasan.

Penting untuk menjaga kebersihan tubuh terutama mulut dan alat kelamin untuk menghindarkan diri dari infeksi ini. Penggunaan antijamur direkomendasikan untuk pengobatan penyakit.

  • Herpes

Infeksi oportunistik selanjutnya datang dari penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu herpes. Gejala yang dialami oleh penderitanya antara lain adalah terdapat kutil pada bagian kelamin, dan juga sariawan sekitar mulut. Lebih lanjut, pada penderita HIV penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi paru dan juga kanker serviks.

  • Toksoplasmosis

Infeksi oportunistik selanjutnya datang dari parasit Toxoplasma gondii. Patogen ini menyerang otak, dengan beberapa gejala yaitu gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, kejang, yang dapat mengantarkan penderita pada keadaan koma bahkan kematian.

  • Cryptosporidiosis

Infeksi paling umum yang menyerang ODHA selanjutnya adalah infeksi pencernaan (Cryptosporidiosis). Infeksi ini disebabkan oleh parasit Cryptosporidium yang mana menyerang usus. Gejala yang dapat terjadi diantaranya adalah demam tinggi, perasaan mual dan muntah, dan juga diare parah. Penderita akan kehilangan nafsu makan dan usus pun akan kesulitan mencerna nutrisi. Penyakit ini lama-kelamaan akan menyebabkan penurunan berat badan drastis pada penderitanya.

Menghindarkan diri dari Infeksi oportunistik

Ketika seseorang mengenali gejala-gejala dari infeksi oportunistik masing-masing penyakit, penanganan dini dapat dilakukan dengan tepat, sebelum terjadinya komplikasi lanjutan. Ketika sudah mengenali gejala-gejala penyakit yang umum menginfeksi penderita HIV, maka langkah selanjutnya adalah lakukan pemeriksaan untuk deteksi penyakit.

Selanjutnya adalah dengan menjaga kebersihan diri, seperti cuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan, mencuci bahan makanan yang akan dimasak dan juga memasak makanan hingga matang. Alat pelindung diri sangat diperlukan oleh penderita supaya tidak mudah terinfeksi oleh penyakit lainnya. Anda yang aktif secara seksual sangat dianjurkan untuk menggunakan pengaman ketika berhubungan intim dengan pasangan Anda.

Pentingnya memiliki kesadaran terhadap kesehatan masing-masing individu, baik bagi penderita HIV, maupun orang-orang yang berada di sekitar ODHA. Deteksi infeksi oportunistik yaitu dengan memeriksa kandungan sel CD4 dalam tubuh. Terapi dan pengobatan dilakukan sesuai dengan rekomendasi dokter.  Bagaimanapun, rutin memeriksakan diri pada dokter yang terkait akan membuat Anda paham berada di mana tingkat penyakit HIV tersebut dan mencegah infeksi oportunistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

20 − four =

Memelihara Stamina Pria
Distributor Resmi PT. REDMITRA PRIMA PERKASA

PEMBAYARAN YANG DITERIMA

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL