Ayuk Kenalan dengan Andropause, Proses Menopause Pada Pria

Ayuk kenalan dengan Andropause, proses menopause pada pria– Saat memasuki usia Lansia (lanjut usia), baik pria dan wanita mengalami berbagai banyak pengubahan pada tubuhnya. Misalnya saja seperti mengalami kebotakan, kondisi kulit yang keriput, persendian yang nyeri, hingga beberapa hormon pun mengalami penurunan.

Pada wanita, saat memasuki usia antara 40-50 tahun, hormon reproduksi pada tubuhnya mengalami penurunan. Alhasil, gairah seksual pun juga semakin menurun dan disusul oleh berhentinya siklus menstruasi pada wanita. Nah, pada tahap ini, wanita sudah mengalami fase yang bernama menopause.

Namun, apakah hanya wanita saja yang mengalaminya? Tentunya nggak, dong! Pria juga mengalami hal yang sama ketika sudah berusia lanjut, dan fase yang akan dialami pria saat ditahap itu disebut dengan andropause.

Dilansir dari hellosehat, andropause merupakan penyakit degeneratif pria yang dipengaruhi oleh pertambahan usia. Hal yang terjadi saat pria mengalami andropause adalah penurunan kadar testosteron. Tentu, kamu pastinya sudah familiar jika jenis hormon yang satu ini mempengaruhi hasrat seksual seseorang, terutama pada pria yang secara ilmiah terbukti mempunyai kadar testosteron lebih banyak dibandingkan wanita.

Gejala Seorang Pria Mengalami Andropause

Dilansir dari FK-UI, bahwasannya andropause pada pria nggak seperti wanita yang terhenti masa menstruasinya. Saat mengalami andropause, pria tetap bisa menghasilkan sperma, kok. Biasanya, gejala-gejala yang dialami pria mempengaruhi tiga faktor (meskipun nggak semua pria mengalaminya, ya) seperti dari faktor psikologis, fisik, dan seksual.

Namun, ada beberapa gejala-gejala umum pria mengalami andropause, yakni:

  • Kondisi mood cenderung lebih cepat berganti dan sensitif.
  • Mengalami insomnia, sehingga kesulitan untuk tidur.
  • Mengeluarkan keringat yang cukup banyak, terutama saat memasuki malam hari.
  • Tubuh merasa cepat lelah dan melakukan aktivitas menjadi terbatas.
  • Penurunan hasrat seksual, sehingga nggak bergairah bahkan sulit mempertahankan ereksi saat berhubungan intim.

Penanganan Andropause

Sama seperti menopause, andropause merupakan proses alamiah ketika tubuh mengalami penuaan dan mempengaruhi hasrat seksual seseorang. Namun, jika hal tersebut ingin diantisipasi, terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan, salah satunya adalah terapi hormon testosteron.

Namun, sayangnya, hal ini masih menjadi kontra di kalangan medis karena risiko yang ditimbulkan juga memberikan efek negatif pada bagian tubuh lainnya, seperti penyakit jantung, liver, bahkan impotensi permanen.

Jadi, mengalami andropause di usia lanjut bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. Pada dasarnya, semua orang akan mengalami hal tersebut, khususnya untuk pria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

4 × one =

Memelihara Stamina Pria
Distributor Resmi PT. REDMITRA PRIMA PERKASA

PEMBAYARAN YANG DITERIMA

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL

Name - City
Membeli Product Time